Oleh: efraimmasarrang | November 29, 2009

Camping di MALINO

Kemaren (28/11/2009) kami berangkat bersama yaitu 5 orang mahasiswa (saya, daeng, Sinshe, Ubeth, and appank) dengan maksud untuk berekreasi ke daerah malino,

Bagusnya...

But Unfortunately… setelah menempuh perjalanan 2,5 jam kami tiba d malino dengan disambut cuaca buruk, warna langit begitu gelap dan dingin langsung menyusup ke dalam tulang… Sejenak kami berpikir hendak membangun tenda/kemah dimana namun kami terus menyusuri kota Malino, setelah beberapa saat, tibalah kami di daerah pegunungan yang Penuh dengan Pohon PINUS, bau pohon pinus yang menyegarkan seakan menghapuskan lelah dalam perjalanan… ternyata daerah itu merupakan daerah wisata, yaa jelaslah banyak orang… sesaat kami berpikir untuk menunda membangun Tenda kemah, soalnya malu diliatin orang-orang… dan akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan melihat kebun Teh, ternyata jarak kebun teh dengan pusat kota malino cukup jauh mana pantat sudah tepos di Motor… sesampainya di kebun teh kami tidak tahu kalau harus bayar tiket, Rp5000 lagi,,, aduhh mana motor udah ada di dalam kawasan kebun teh trus tiket udah di sobek, malu dong kalo tidak beli (gengsi), yaa terpaksa uang pas-pasannya di keluarkan lagi deh… aduh dompet tinggal Se-mili lg tebalnya… Tapi Soal tiket lupakanlah, sekarang kita ada di kebun Tehnya,,, uiihh Pemandangannya gak rugi di bayar 5000, mantap eiiihh, teman-teman langsung ambil Pose,, Jepret-jepret (kayaknya bunyi hape gak kaya gitu deh, maklum ngambilnya cuma pake hape doang) berbagai gaya terambil.
Kurang afdol rasanya kalau tidak menuju ke Puncak Kebun Teh Tersebut, lalu kami bergegas kesana dan jrengg banyak Orang dan harus parkir motor dulu (kirain bisa naek motor sampe ujung)… jalan kaki tak mengapalah mumpung udah bosen di motor… sampai di Puncaknya,, Kereeennnn baru pertama kali liat yang kaya gini, poko ee ta` ambil poto banyak-banyak, sampe hape lowbat ( gak segitunya sich, hihi )… Baru juga mau ambil banyak-banyak foto ehh Hujan Deras datang menghantam kami berlima… Brrrr, dingin minta ampyunn, dingin sperti ini saya rasa waktu di Eropa dulu ( hahaha, gak mungkin, becanda ).. pokoknya dinginnya tak bisa aku gambarkan lagi yang jelas semua persendian jadi kaku… mau nulis SMS aja gak bisa… Mau minum kopi lebih-lebih, yaialah… mau boker gak bsa, wong gak ada WC kock… pokoknya dingin SESEKAKALIIII (lebaiii)…

Kami berteduh di bawah Gubuk-gubuk (sebut saja begitu, saya tak tahu namanya), Atapnya sich ada tapi percuma karena angin begitu kencang ngebuat seluruh pakaian jadi basah… Nah kebanyangkan dinginnya, Brrrrr… Hampir 30 menit kami terdampar disitu bersama beberapa anak Muda yang ketanya Cakep ( dandanannya mantep ) padahal begitu kena dingin kaya daging ayam di masukin ke kulkas, pucat n kaku, Daeng (teman camping) aja yang merokok gak ada gunanya….
akhirnya kami memutuskan begitu hujan berhenti sejenak langsung Kaburrrrrrr… dan ternyata itu terjadi… kami lalu bergegas ke Motor yang jaraknya sekitar 200 Meter, sampai dekat motor, Hujan lagi, Ckckck…
Berteduh sejenak cukuplah untuk ngebuat kami berpikir hujan akan berhenti sepenuhnya, Hujan ternyata agak melemah setelah 15 Min kami bermaksud turun dari gunung Teh menuju Malino dannnnnn Belum juga sampai keluar gerbang masuk kebun HUJAN datang lagi… Astaga naga, belum cukupkah engkau menyiksa kami, pikirku…
Karena sudah basah yaa basahkan saja, apa mau dikate tai kambing bulat-bulat, nasi sudah menjadi lemper… bilang-bilang lemper jadi lapar…

Hujan ternyata semakin deras, kayaknya niat basah-basahan di urungkan soalnya tangan seakan gak mampu narik Gas motor, kaku karena dingin sekali…
Akhirnya kami berteduh di Suatu rumah yang ada terasnya namun tidak luas dan tepat berada di pinggir jalan, gak pake pagar rumah… Sedikit memalingkan pandangan, mata kami tertuju pada sebuah Tulisan:
Ada Coto 8000
mie instant 4000
mie bakso 7000
and so on, cuma itu yang ke inget..

Ternyata itu Penjual Makanan, Syukur… mumpung harga masih terjangkau yaa kami mecoba memesannya.
saya memesan mie bakso (yang agak mahal dikit, hehehe) dan teman-teman yang lain memesan mie instant, walaupun menunggu cukup lama (kayaknya bukan cukup tapi Sangat) akhirnya Datang Juga!!
Tak pake pikir panjang, Serbuuu… Makanannya kami babat habis, seandainya piringnya gratis pasti kami…….. Makan gk mungkin yang mungkin kami balikin lah, mau masukin tas juga bikin berat-berat saja… Ada pengumuman di warung itu yang bikin ketawa “GRATIS TANYA TANYA”, kirain apa gitu yang gratis, ternyata cuma tanya-tanya, mang ada yaa tanya-tanya yang gak gratis??

Setelah Makan bakso dan Mie Instant, ternyata Hujan juga berhenti dan sepertinya sudah betul-betul berhenti, kami kemudian membayar sejumlah 33000 kalau tidak salah ingat untuk semua makanan kami itu… Oh iya kami sempat di tipu atau kami yang merasa tertipu, kami di beri “Lombok Acar” (penjualnya yang beri nama) dan ketanya sich tidak Pedas,,, yaa kami percaya saja, dan Ya ALLAH ini acar atau Api sich yang dibuat kayak lombok,,, anjrittt pedasnya minta ampun… salah seorang teman berkata “Gimana sich standar Pedasnya orang sini, udah pedas kayak gini masih juga di bilang tidak pedas…Ckckck”… itu sedikit mereview kenangan di warung makan sederhana nan sangat menolong itu…

Balik lagi ke kisah perjalanannya…
setelah dari warung kami menuju ke Kota malino kembali… bawa motor dingin begitu (kan baru hujan) sebenarnya buat sya tidak mampu lagi namun siapa coba yang mau berkorban dingin-dingin bawain motor saya… motornya mau di tinggalin di jalan sayang juga, Kan sudah setelah Racing (bohong ak, wong cuma motor Honda standart kok)…
Tanpa peduli dingin kami terus melaju, karena dingin, beberapa kali kami kerap berhenti untuk buang air kecil, yaa mumpung yang lain kencing kita jepret-jepret dulu ahh…

Selanjutnya kami memutuskan untuk mencari tempat berkemah secepatnya sebelum menjadi sangat Gelap, beberapa kali kami melihat gubuk di tengan jalan dan ingin tinggal disitu namun karena pertimbangan takut di gorok orang maka niat itu kami urungkan… takuttttt

Setelah berjuta Ide, Saran, dan Kritik maka kami memutuskan untuk membuat kemah di Tempat rekreasi yang banyak Pohon pinusnya (yang sempat saya ceritakan di awal-awal tadi), mungkin karena hujan baru reda, tempat iru masih sepi… kami ingin langsung membuat kemah tapi ragu apa bisa yaa buat kemah disitu… beberapa menit berselang datang seorang tentara menjinjing anaknya, dengan sedikit basa-basi tanya dimana bisanya tentara latihan ehh sampai juga du pertanyaan inti “Pak bisa gak buat kemah disini?” dan tau jawabannya apa??? BISA…. Horeeeee satu masalah usaiii…

sekarang tinggal berpikir gimana caranya tenda sekecil itu (2×3) bisa cukup untuk 5 orang, dan kayunya tuk buat kemah dapat dari mana!! akhirnya sinshe dan Ubeth segera mengambil Golok dari tas saya dan pergi mencari beberapa kayu panjang!! saya tidak dapat membantu karena saya seperti hipothermia (blum pernah rasain sich, cma pernah denger), badan dingin sekali dan kaku minta ampun…
Tapi begitu bangun kemah sich sya juga ikut-ikut bantu dan ngasi-ngasi saran biar kemahnya gak cepat rubuh n angin gak terlalu banyak masuk… setelah beberapa lama, 5 anak manusia dengan minim pengalaman dan kurang Pintar ini menghasilkan sebuah karya anak bangsa yaitu kemah yang Lucu jadinya dan malu-maluin kalo di liat orang…

Penderitaan Belum berakhir sodara-sodara…
Kemah sudah jadi tapi tantangan sebenarnya baru akan dimulai yaitu bertahan hidup di dinginnya cuaca malam hari kota malino nan dingin… Tau Cara kami bertahan hidup???

KALO ANDA MENEBAK ANDA SALAH…

Kami membuat api kecil-kecilan dari ranting-ranting kayu yang basah akibat hujan, walaupun sulit itulah tantangan yang harus kamu lalui… awalnya kami mencari kayu yang sedikit besar kemudian membelahnya dan menggunakan tengah kayu yang masih kering untuk membuat api… Kreatif Bukan??? hahahahaha, siapa dulu….. Siapa????

Agar tetap menyala kami bergantian Shift berjaga malam, tiap 2 ato 3 jam ganti shift jaga api skaligus nyari kayu yang mau di bakar…. jam 1 malam merupakan giliran saya jaga dan tepat pukul 3 pagi, Rasa mau boker pun tiba… tentu saya pusing bagaimana caranya… mau pake daun ihhhhhhh jorokkkkk,,,, untunglah appank (teman berkemah) bersedia menemani saya berjalan beberapa ratus meter untuk mencari WC dan untungnya di daerah itu ada WC berbayar 1500 per boker,,, biar bayar asal selamat, hihihi…

Sampai pagi haripun tiba dan kami bergegas membongkar kemah kami sebelum banyak orang yang datang menertawakan kami, biar begini-begini dan ada di kampung orang kan kita juga punya maluu…

Hari ini (29/11/2009) waktunya kami untuk menghabiskan waktu rekreasi kami ke tempat rekreasi yang masih belum kami kunjungi… dan The next Destination is WaterFall, Air terjun boo…
Perjalanan kesana cukup menguras tenaga dan bensin motor, gimana tidak Tanjakan dimana-mana yang kemiringannya sekitar 40 derajat, kebayang kan susahnya…
Oh yaa sekedar info, untuk memasuki daerah pemandian Air Terjun itu dikenakan biaya 2000/orang dan parkir 2000/motor, makanya siap-siap dana yaa…

Tapi begitu liat AIR TERJUNnya, Rasanya gimana gitu… Langsung kagum dengan Kuasa Tuhan yang bisa menciptakan keindahan yang seperti itu… Dalam hati kecil cuma bisa bilang MANTAP-MANTAP…
Tinggi air terjunnya 100Meter kalee yaa kalo gak salah, pokoknya tinggi lah…

Sehabis dari Air Terjun kami berniat melanjutkan ke kebun KOL ketanya ada tapi karena bensin tidak mencukupi maka kami mengurungkan niat sekali lagi… Tapi bagus juga lah karena ntar terlalu capek jadi gak bisa bawa motor balik ke Makassar…
Sekarang Tiba saatnya untuk meninggalkan Kota MALINO nan Cuantikk tersebut, masih ada perasaan pengen tinggal tapi sepertinya sudah saatnya balik ke Makassar…
Setelah mengisi Bahan Bakar dan memompa Ban di pertamina Malino saya berboncengan dengan Daeng meninggalkan Kota Malino menuju kota Makassar…
Syukur kami Bisa tiba dengan selamat di Kota Panas dan Bising ( Makassar ) setelah menempuh 2 jam perjalanan dari Kota Asri dan Tenang ( Malino )…

Sampai Disitu kisah perjalanan kami selama 2 Hari Camping di Malino…
NB: Kalau mau ke Malino jangan lupa Bawa Pakaian Tebal dan Uang secukupnya karena di Malino tidak ada yang tidak di bayar….

Posted by: Tojeng Nak Desa


Responses

  1. telapis….seru kliatanya…

    • Enag Mantong Frend… tapi kya di kulkas ki… Brrrrr

  2. pamerko ehh….
    hhe

    • Iyooo donk… makanya kalo lbur ko kta kesana lagi….

  3. aku sika malino….

  4. terima kasih atas posting-an ini. Saya mau gowes ke Malino.

  5. my favourite place,ngemeng2 kalo nginap di pasanggrahan bayar brapa yak?

    • Maaf bila saya telat dalam memberi respon…
      Biaya nginap di MALINO bervariatif, mulai dari 100.000/kamar/malam hingga 300.000/kamar/malam
      Anda juga bisa menyewa fila atau bangunan bila perlu dengan badget 600.000-2.000.000/fila

      semoga membantu..

  6. Serem :)) Liputan menarikkk

    • Hehe gak sereem kock..

  7. MaLino cooooLL

    • Setuju banget gan.. haha


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: