Oleh: efraimmasarrang | Juli 31, 2012

CARA MEMBACA MULTIMETER / AVOMETER JILID 2

CARA MEMBACA MULTIMETER / AVOMETER ANALOG

Hy Reader, Pada tutorial hari ini saya ingin membahas lebih lengkap mengenai Cara Mudah Untuk Membaca Alat Ukur Listrik Multimeter / Avometer Analog. Ini merupakan tutorial jilid 2 dari Tutorial saya yang sebelumnya yaitu CARA MEMBACA MULTIMETER / AVOMETER JILID 1,  hal ini saya lakukan mengingat dan melihat begitu banyaknya pertanyaan yang timbul pada tutorial jilid 1 tersebut, sepertinya kurang jelas penjelasannya.

Kali ini saya mencoba membuat tutorialnya dalam bahasa yang lebih singkat dan sederhana sehingga saya berharap dapat lebih mudah untuk di pahami.

Sebelum masuk lebih jauh mengenai cara mengukur besaran listrik seperti Tegangan (Volt), Arus (Ampere), dan Tahanan (Ohm) ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu Multimeter atau Avometer.

Yang dimaksud Multimeter atau Avometer adalah Alat ukur Listrik yang memungkinkan kita untuk mengukur besarnya Besaran listrik yang ada pada suatu rangkaian baik itu Tegangan, Arus, maupun Nilai Hambatan/Tahanan. AVOmeter adalah singkatan dari Ampere Volt Ohm Meter, jadi hanya terdapat 3 komponen yang bisa diukur dengan AVOmeter sedangkan Multimeter , dikatakan multi sebab memiliki banyak besaran yang bisa di ukur, misalnya Ampere, Volt, Ohm, Frekuensi, Konektivitas Rangkaian (putus ato tidak), Nilai Kapasitif, dan lain sebagainya. Terdapat 2 (dua) jenis Multimeter yaitu Analog dan Digital, yang Digital sangat mudah pembacaannya disebabkan karena Multimeter digital telah menggunakan angka digital sehingga begitu melakukan pengukuran Listrik, Nilai yang diinginkan dapat langsung terbaca asalkan sesuai atau Benar cara pemasangan alat ukurnya.

Mari mengenal bagian-bagian Multimeter atau Avometer agar lebih memudahkan dalam memahami tulisan selanjutnya:

CARA MEMBAC A MULTIMETER

Bagian-Bagian Multimeter

Saya akan berikan sedikit penjelasan mengenai gambar di atas. Yang perlu untuk di perhatikan adalah :

  1. SEKRUP PENGATUR JARUM, Sekrup ini dapat di putar dengan Obeng atau plat kecil, Sekrup ini berfungsi mengatur Jarum agar kembali atau tepat pada posisi 0 (NOL), terkadang jarum tidak pada posisi NOL yang dapat membuat kesalahan pada pengukuran, Posisikan menjadi NOL sebelum digunakan.
  2. TOMBOL PENGATUR NOL OHM. Tombol ini hampir sama dengan Sekrup pengatur jarum, hanya saja bedanya yaitu Tombol ini digunakan untuk membuat jarum menunjukkan angka NOL pada saat Saklar pemilih di posisikan menunjuk SKALA OHM. Saat saklar pemilih pada posisi Ohm biasanya pilih x1 pada skala Ohm kemudian Hubungkan kedua ujung TERMINAL (Ujung terminal Merah bertemu dengan Ujung terminal Hitam) dan Lihat pada Layar penunjuk, Jarum akan bergerak ke KANAN (Disitu terdapat angka NOL (0), Putar tombol pengatur Nol Ohm sampai jarum menunjukkan angka NOL). Proses ini dinamakan KALIBRASI OhmMeter. Hal ini Muthlak dilakukan sebelum melakukan pengukuran tahanan (OHM) suatu komponen atau suatu rangkaian.
  3. SAKLAR PEMILIH. Saklar ini harus di posisikan sesuai dengan apa yang ingin di UKUR, misalnya bila ingin mengukur tegangan AC maka atur/putar saklar hingga menyentuh skala AC yang pada alat ukur tertulis ACV, Begitu pula saat mengukur tegangan DC, cari yang tertulis DCV, begitu seterusnya. Jangan Salah memilih Skala Pengukuran.
    Pada setiap bagian SKALA PENGUKURAN yang dipilih dengan Saklar Pemilih, terdapat Nilai-nilai yang tertera pada alat ukur, Misalnya Pada Skala Tegangan AC (tertulis ACV pada alat ukur) tertera skala 10, 50, 250, dan 750 begitu pula pada Skala Tegangan DC (tertulis DCV pada alat ukur) tertera skala 0.1 , 0.25 , 2.5 , 10 , dst. Apa maksud Skala ini?? Dan Bagaimana Memilihnya??
    Pedoman Memilih SKALA Pengukuran:
    Skala tersebut adalah skala yang akan digunakan untuk membaca hasil pengukuran, Semua skala dapat digunakan untuk membaca, Hanya saja tidak semua skala dapat memberikan atau memperlihatkan nilai yang diinginkan, misalnya kita mempunyai Baterai 9 Volt DC, kemudian kita mengatur SAKLAR PEMILIH untuk Memilih SKALA TEGANGAN DC pada posisi 2,5 dan menghubungkan TERMINAL Merah dengan positif (+) baterai dan Hitam dengan Negatif (-) baterai. Apa yang akan terjadi?? Jarum akan bergerak ke Ujung Kanan dan tidak menunjukkan angka 9Volt, Mengapa Demikian?? Sebab NILAI MAKSIMAL yang dapat diukur bila kita memposisikan Saklar Pemilih pada skala 2.5 adalah hanya 2.5 Volt saja, sehingga untuk mengukur Nilai 9Volt maka saklar harus di putar menuju Skala yang LEBIH BESAR sari NILAI Tegangan yang di Ukur, jadi Putar pada Posisi 10 dan Alat ukur akan menunjukkan nilai yang diinginkan.Penjelasan Lebih Lengkap Mengenai MEMBACA ALAT UKUR akan di Bahas selanjutnya pada tutorial ini.

Saya tidak akan membahas semua bagian-bagian alat ukur tetapi bila ingin mengetahui fungsi-fungsi dari tiap bagian alat ukur, Anda dapat membaca DISINI.

ALAT UKUR LISTRIK HARUS DIPASANG DENGAN BENAR, Mengapa saya katakan Demikian??

Untuk melakukan suatu pengukuran listrik, Posisi alat ukur pada rangkaian juga Mesti dan Hal wajib yang harus di perhatikan agar pembacaan alat ukur tidak salah. Pemasangan Alat ukur yang salah /Tidak  benar memberikan hasil pengukuran yang TIDAK BENAR dan bukan kurang tepat, jadi ini sangat perlu di perhatikan. Mari kita melihat posisi alat ukur yang benar:

  1. Posisi alat ukur saat mengukur TEGANGAN (Voltage)
    Pada saat mengukur tegangan baik itu teggangan AC maupun DC, maka Alat ukur mesti di pasang Paralel terhadap rangkaian. Maksud paralel adalah kedua terminal pengukur ( Umumnya berwarna Merah untuk positif (+) dan Hitam untuk Negatif (-) harus membentuk suatu titik percabangan dan bukan berjejer (seri) terhadap beban. Pemasangan yang benar dapat dilihat pada gambar berikut:

    Mengukur Tegangan dengan Multimeter

    Memasang Multimeter Paralel

  2. Posisi alat ukur saat mengukur ARUS (Ampere)
    Untuk melakukan pengukuran ARUS yang mesti diperhatikan yaitu Posisi terminal harus dalam kondisi berderetan dengan Beban, Sehingga untuk melakukan pengukuran arus maka rangkaian mesti di Buka / diputus / Open circuit dan kemudian menghubungkan terminal alat ukur pada titik yang telah terputus tersebut. Pemasanngan yang benar dapat dilihat pada gambar:

    Mengukur Ampere pada Multimeter

    Memasang Multimeter SERI

  3. Posisi alat ukur saat mengukur Hambatan (Ohm)
    Yang mesti diketahui saat pngukuran tahanan ialah JANGAN PERNAH MENGUKUR NILAI TAHANAN SUATU KOMPONEN SAAT TERHUBUNG DENGAN SUMBER. Ini akan merusak  alat ukur. Pengukurannya sangat mudah yaitu tinggal mengatur saklar pemilih ke posisi Skala OHM dan kemudian menghubungkan terminal ke kedua sisi komponen (Resistor) yang akan di ukur.

    Mengukur nilai Tahanan Resistor

    Memasang Multimeter untuk mengukur tahanan

Kali ini saya tidak akan membahas mengenai mengapa alat ukur di pasang paralel saat mngukur tegangan dan Seri pada saat mengukur Arus, sebab itu lebih kompleks kecuali ada yang membutuhkannya. Hal ini erat kaitannya dengan Rangkaian dalam suatu alat ukur.

Setelah mengetahui Cara mengatur Saklat Pemilih yang Benar, Mengetahui Jenis Skala yang akan digunakan, dan Cara pemasangan alat ukur yang benar, maka tiba saatnya kita melakukan Pengukuran Besaran Listrik.

MENGUKUR TEGANGAN LISTRIK (VOLT / VOLTAGE) DC

Yang perlu di Siapkan dan Perhatikan:

  1. Pastikan alat ukur tidak rusak secara Fisik (tidak peccah).
  2. Atur Sekrup pengatur Jarum agar jarum menunjukkan Angka NOL (0), bila menurut anda angka yang ditunjuk sudah NOL maka tidak perlu dilakukan Pengaturan Sekrup.
  3. Lakukan Kalibrasi alat ukur (Telah saya bahas diatas pada point 2 mengenai Tombol Pengatur Nol OHM). Posisikan Saklar Pemilih pada SKALA OHM pada x1 Ω, x10, x100, x1k, atau x10k selanjutnya tempelkan ujung kabel Terminal negatif (hitam) dan positif (merah). Nolkan jarum AVO tepat pada angka nol sebelah kanan dengan menggunakan Tombol pengatur Nol Ohm.
  4. Setelah Kalibrasi Atur SAKLAR PEMILIH pada posisi Skala Tegangan yang anda ingin ukur, ACV untuk tegangan AC (bolak balik) dan DCV untuk tegangan DC (Searah).
  5. Posisikan SKALA PENGUKURAN pada nilai yang paling besar terlebih dahulu seperti 1000 atau 750 jika anda TIDAK TAHU berapa nilai tegangan maksimal yang mengalir pada rangkaian.
  6. Pasangkan alat ukur PARALEL terhadap beban/ sumber/komponen yang akan di ukur.
  7. Baca Alat ukur.

Cara Membaca Nilai Tegangan yang terukur:

  1. Misalkan Nilai tegangan yang akan diukur adalah 15 VOLT DC (Belum kita ketahui sebelumnya, itulah saya katakan Misalnya).
  2. Kemudian Kita memposisikan saklar pemilih pada posisi DCV dan memilih skala paling besar yang tertera yaitu 1000.  Nilai 1000 artinya Nilai tegangan yang akan diukur bisa mencapai 1000Volt.
  3. Saat memperhatikan Alat ukur maka Dalam Layar penunjuk jarum tidak terdapat skala terbesar 1000 yang ada hanya 0-10, 0-50, dan 0-250.  Maka Untuk memudahkan membaca perhatikan skala 0-10 saja.
  4. Skala penunjukan 0-10 berarti saat jarum penunjuk tepat berada pada angka 10 artinya nilai tegangan yang terukur adalah 1000 Volt, jika yang di tunjuk jarum adalah angka 5 maka nilai tegangan sebenarnya yang terukur adalah 500 Volt, begitu seterusnya.
  5. Kembali Pada Kasus no. 1 dimana nilai tegangan yang akan diukur adalah hanya 15 Volt sementara kita menempatkan saklar pemilih pada Posisi 1000, maka jarum pada alat ukur hanya akan bergerak sedikit sekali sehingga sulit bagi kita untuk memperkirakan berapa nilai tegangan sebenarnya yang terukur. Untuk itu Pindahkan Saklar Pemilih ke Nilai Skala yang dapat membuat Jarum bergerak lebih banyak agar nilai pengukuran lebih akurat.
  6. Misalkan kita menggeser saklar pemilih ke Posisi 10 pada skala DCV. Yang terjadi adalah, jarum akan bergerak dengan cepat ke paling ujung kanan. Hal ini disebabkan nilai tegangan yang akan di ukur LEBIH BESAR dari nilai Skala maksimal yang dipilih. Jika Hal ini di biarkan terus menerus maka alat ukur DAPAT RUSAK, Jika jarum alat ukur bergerak sangat cepat ke kanan, segera pisahkan alat ukur dari rangkaian dan ganti Skala SAKLAR PEMILIH ke posisi yang lebih Besar. Saat saklar Pemilih diletakkan pada angka 10 maka yang di perhatikan dalam layar penunjukan jarum adalah range skala 0-10, dan BUKAN 0-50 atau 0-250.

    Mengukur Nilai Tegangan rangkaian

    Multimeter Over, Awas Rusak

  7. Telah saya jelaskan bahwa saat memilih skala 10 untuk mengukur nilai tegangan yang lebih besar dari 10 maka nilai tegangan sebenarnya tidak akan terukur / diketahui. Solusinya adalah Saklar Pemilih di posisikan pada skala yang lebih besar dari 10 yaitu 50. Saat memilih Skala 50 pada skala tegangan DC (tertera DCV), maka dalam Layar Penunjukan Jarum yang mesti di perhatikan adalah range skala 0-50 dan BUKAN lagi 0-10 ataupun 0-250.
  8. Saat Saklar pemilih berada pada posisi 50 maka Jarum Penunjuk akan bergerak Tepat di tengah antara Nilai 10 dan 20 pada range skala 0-50 yang artinya Nilai yang ditunjukkan oleh alat ukur bernilai 15 Volt.
    Perhatikan gambar berikut:

    Multimeter Tegangan benar

    Nilai tegangan Terlihat Benar

  9. Untuk mengetahui berapa nilai tegangan yang terukur dapat pula menggunakan RUMUS:

Rumus menghitung Nilai Multimeter

Jadi misalnya, tegangan yang akan di ukur 15 Volt maka:

Tegangan Terukur             = (50 / 50) x 15

Nilai Tegangan Terukur  = 15

Berikut saya akan berikan Contoh agar kita lebih mudah dalam memahaminya:

Contoh I.

Saat melakukan pengukuran ternyata Jarum Alat Ukur berada pada posisi seperti yang terlihat pada gambar:

Multimeter Scale

Berapakah Nilai tegangan DCV yang terukur saat Saklar Pemilih berada pada Posisi:

  1. 2.5
  2. 10
  3. 50
  4. 1000

Jawab:

  1. Skala saklar pemilih = 2.5
    Skala terbesar yang dipilih = 250
    Nilai yang ditunjuk jarum = 110 (perhatikan skala 0-250)
    Maka nilai Tegangan yang terukur adalah:
    Teg VDC = (2.5/250)x 110 = 1.1 Volt
  2. Skala saklar pemilih = 10
    Skala terbesar yang dipilih = 10
    Nilai yang ditunjuk jarum = 4.4 (perhatikan skala 0-10)
    Maka nilai Tegangan yang terukur adalah:
    Teg VDC = (10/10)x 4.4 = 4.4 Volt
  3. Skala saklar pemilih = 50
    Skala terbesar yang dipilih = 50
    Nilai yang ditunjuk jarum = 22 (perhatikan skala 0-50)
    Maka nilai Tegangan yang terukur adalah:
    Teg VDC = (50/50)x 22 = 22 Volt
  4. Skala saklar pemilih = 1000
    Skala terbesar yang dipilih = 10
    Nilai yang ditunjuk jarum = 4.4 (perhatikan skala 0-10)
    Maka nilai Tegangan yang terukur adalah:
    Teg VDC = (1000/10)x 4.4 = 440 Volt

MENGUKUR TEGANGAN LISTRIK (VOLT / VOLTAGE) AC

  1. Untuk mengukur Nilai tegangan AC anda hanya perlu memperhatikan Posisi Sakelar Pemilih berada pada SKALA TEGANGAN AC (Tertera ACV) dan kemudian memperhatikan Baris skala yang berwarna Merah pada Layar Penunjuk Jarum.
  2. Selebihnya sama dengan melakukan pengukuran Tegangan DC di atas.
    Multimeter Scale

MENGUKUR ARUS LISTRIK (Ampere) DC

Yang perlu di Siapkan dan Perhatikan:

  1. Pastikan alat ukur tidak rusak secara Fisik (tidak peccah).
  2. Atur Sekrup pengatur Jarum agar jarum menunjukkan Angka NOL (0)
  3. Lakukan Kalibrasi alat ukur
  4. Atur SAKLAR PEMILIH pada posisi Skala Arus DCA
  5. Pilih SKALA PENGUKURAN yang diinginkan seperti 50 Mikro, 2.5m , 25m , atau 0.25A.
  6. Pasangkan alat ukur SERI terhadap beban/ sumber/komponen yang akan di ukur.
  7. Baca Alat ukur (Pembacaan Alat ukur sama dengan Pembacaan  Tegangan DC diatas)

MENGUKUR NILAI TAHANAN / RESISTANSI RESISTOR (OHM)

Yang perlu di Siapkan dan Perhatikan:

  1. Pastikan alat ukur tidak rusak secara Fisik (tidak peccah).
  2. Atur Sekrup pengatur Jarum agar jarum menunjukkan Angka NOL (0), bila menurut anda angka yang ditunjuk sudah NOL maka tidak perlu dilakukan Pengaturan Sekrup.
  3. Lakukan Kalibrasi alat ukur (Telah saya bahas diatas pada point 2 mengenai Tombol Pengatur Nol OHM). Posisikan Saklar Pemilih pada SKALA OHM pada x1 Ω, x10, x100, x1k, atau x10k selanjutnya tempelkan ujung kabel Terminal negatif (hitam) dan positif (merah). Nolkan jarum AVO tepat pada angka nol sebelah kanan dengan menggunakan Tombol pengatur Nol Ohm.
  4. Setelah Kalibrasi Atur SAKLAR PEMILIH pada posisi Skala OHM yang diinginkan yaitu pada x1 Ω, x10, x100, x1k, atau x10k, Maksud tanda x (kali /perkalian) disini adalah setiap nilai yang terukur atau yang terbaca pada alat ukur nntinya akan di KALI kan dengan nilai Skala OHM yang dipilih oleh saklar Pemilih.
  5. Pasangkan alat ukur pada komponen yang akan di Ukur. (INGAT JANGAN PASANG ALAT UKUR OHM SAAT KOMPONEN MASIH BERTEGANGAN)
  6. Baca Alat ukur.

Cara membaca OHM METER

  1. Untuk membaca nilai Tahanan yang terukur pada alat ukur Ohmmeter sangatlah mudah.
  2. Anda hanya perlu memperhatikan berapa nilai yang di tunjukkan oleh Jarum Penunjuk dan kemudian mengalikan dengan nilai perkalian Skala yang di pilih dengan sakelar pemilih.
  3. Misalkan Jarum menunjukkan angka 20 sementara skala pengali yang anda pilih sebelumnya dengan sakelar pemilih adalah x100, maka nilai tahanan tersebut adalah 2000 ohm atau setara dengan 2 Kohm.

Misalkan pada gambar berikut terbaca nilai tahanan suatu Resistor:

Multimeter Scale

Kemudian saklar pemilih menunjukkan perkalian skala yaitu x 10k maka nilai resistansi tahanan / resistor tersebut adalah:

Nilai yang di tunjuk jarum   = 26

Skala pengali                           = 10 k

Maka nilai resitansinya       = 26 x 10 k

= 260 k = 260.000 Ohm.

Itulah tutorial mengenai cara membaca ALAT UKUT LISTRIK MULTIMETER atau OHMMETER. Semoga Informasi ini dapat berguna bagi anda dan dapat memberikan anda kemudahan dalam membaca suatu alat ukut.

Untuk mendownload File pdf tentang artikel ini silakan klik DISINI.

Copyright @efraimmasarrang.wordpress.com/august 2012

About these ads

Responses

  1. [...] CARA MEMBACA MULTIMETER / AVOMETER JILID 2 [...]

  2. makasih Om

    • Haha… jangan di panggil om lah.. kita masih muda jg…
      but anyway… snang bisa membantu kamu…

      add fb sy: efraim paink maclover
      twt: @efraimmasarrang

  3. mantap boss!. terimakasih atas artikel ny. :)

    • Oke gan,,, senang bisa membantu anda…
      smoga anda menjadi orang listrik yang sukses…

      add fb sy: efraim paink maclover
      twt: @efraimmasarrang

  4. Mantap gan…. smngat terus y…

    • Apa gan2 Lexi… selamat membaca bro…
      pelajari baik2… n ingat di otakmu…
      ank SMK harus tahu ini..

  5. membantu sekali thnks gan

    • Iaa gan… makasih… Semoga bermanfaat…
      add fb sy: efraim paink maclover
      twt: @efraimmasarrang

  6. Bagaimana ya cara membaca ic yang rusak pakai ohmmeter

    • Hmm… mau baca tentang apa nih gan di IC??
      agan bisa plajari datasheet ICnya aj… dstu lengkap kock…
      download datasheetnya kalo agan gak punya…

  7. thkz………….debest dech,,,,,,,,,,,,

    • Hehe.. Makasih gan apresiasinya… Semoga tulisannya bermanfaat y… :)

  8. tutorial yang mantap, ayo tambah lagi

    • iaa kak… lagi berusaha…

  9. Terima kasih kang. Meskipun masih puyeng, akan saya coba pahami lebih lanjut.

    • Oke gan… di plajari atuh… smoga bisa sukses…

  10. met pgi semua

    • Pagi agan dioda bocor…

  11. uih..mantap bener.. Kebetulan multimeter yg ane beli gak ada buku petunjuknya… Berhubung ane lg kerja n multimeter dirumah, nanti pas pulang ane praktekinnya, kalau ada yg gk sesuai ane balik lg kesini bwt nanya..he

    • Hehe… terima kasih sdah berkunjung…

  12. tx atas informasinya. sy mo nanya klw sy ukur teg. 3 phase pada tester tertera/jarum menunjukan 235, skala pilih 750 n skala terbesar 250. stlh di htng teg. terukur 705 vac. sdngkan teg 3 phase sekitar 380-400 vac. gimana nih sy bingung. tlng donk pemecahannya.

    • Salam… Oh iaa… ini agan ukur tegangan 3phase dmana y?? tegangan 3 phase itu bnyak… bahkan kita bisa naikkan hingga tegangan transmisi 500.000Volt…

  13. wah trims bnget yah mas, artikelnya bagus sngat membantu sekali bagi ae yg lagi belajar elektronika, klu bisa artikel2 lain yg terkait dengan elektronika bisa diposting lgi atau share ke email mas, pasti sngat membantu sesama,smoga mas selalu bisa menuangkan ide dan ilmunya bagi sesama, agar barokhah mas, dan mendapatkan kebaikan dunia akhirat, amin..
    salam kenal widda jogja,

    • Makasih mbak widada… Sy juga lagi di jogja nih sekarang…
      Sya akan coba deh lebih share lagi yang buayank..

  14. Trims boz… Benar2 membantu..

    • Iya sama sama.. semoga bermanfaat bro…

  15. Ijin copy artikelnya.

    • Mongoo gan… smoga membantu,,,

  16. mantab gan

    • Hehe… smoga bermanfaat y…

  17. makasih mas efraim… sangat membantu

    • Sama sama gan…

  18. Gan, kalo jarum multimeternya gak gerak gara2 salah posisi tegangan gmn, gan? (Mungkin fusenya putus) cara betulinnya gmn gan?

    • Haha… kalo udah ngak gerak2,,, ada bebrapa faktor gan:
      1. kemungkinan arus atau yang tegangan yang agan ukur kecil banget sehingga agan mesti menggeser skalanya ke skala yang lebih kecil
      2. bila sudah pada skala kecil dan masih belum bergerak, artinya FUSEnya putus… Cara menggantinya,,, agan tinggal buka bagian belakang multi tersebut dan cabut fusenya dan ganti dengan yang baru…

  19. :) :)

    • Hehehe

  20. Makasih udah berbagi Brow….

  21. bagai mana dengan mengapa alat ukur di pasang paralel saat mngukur tegangan dan Seri pada saat mengukur Arus
    dari pada tanya sana sini gak jelas malah salah paham nantinya

  22. mengapa alat ukur di pasang paralel saat mngukur tegangan dan Seri pada saat mengukur Arus

    • biar lebih jelas gan …
      gak tanya sana sini

      • Hehehe… saya suka kalo bnyak yang tanya biar nambah niat perbaiki tulisan…

    • Hmm… sebenarnya ini erat kaitannya ama rangkaian dalam Multimeter…
      Pengaruh memasang seri dan paralel itu selalu berkaitan dengan nilai Arus Nominal yang bisa di lewatkan pada Multimeter…
      Kita tidak bisa menjabarkan hal ini tanpa menjelaskan melalui gambar…
      nnti saya coba buat tulisan mengenai ini agar lebih jelas dan lebih bisa di terima khalayak ramai.. hehe

  23. mas efraim thanks a lot yee…sudah berbagi ilmu dengan kita2. Btw ini email sy soleh_apm@yahoo.com, smoga kita bisa kerja sama di kemudian hari.

    • Iyaa mas… terima ksih seudah berkunjung dan membaca blog saya… saya berharap bisa memberikan ilmu yang baik untuk anda…

  24. kak,aq mau tanya?
    bgaimana cara menguji sirkuit?

    • sirkuit ap ini dik?? mau di uji sperti apa nih??

      hehe.. perjelas y.. biar ntar klo ak gak tau.. ak link kan sma yang tahu…

  25. Mantap banget gan tu artikel, setelah nyoba avometer, di rumah ada “bangkai dvd yg ada usb-nya dan tape compo yg masih good” rencana ane mau kawinin, dgn ambil arusnya di compo tadi, kayak nya bisa ya..? Tapi ane masih takut itu compo ane meleduk.! Bisa bantu gan?. Sapa tau tape compo ane yg jadul, kalo dah ada usb nya jadi moderen.

    • Mantap mantap gan… semoga bermanfaat yah…
      kalo agan punya artikel kereen… tlong share ke sya y…

  26. bagaimana cara menguji multimeter berfungsi atau tidaknya gan??

    • Lakukan langkah kalibrasi gan (ada di artikel diatas)… Kalo jarum sudah tidak bergerak, ada beberapa kemungkinan yaitu kemungkinan Fuse/sekring putus ataupun kemungkinan kumparan sudah rusak diakibatkan pemasangan multi yang tidak tepat saat pengukuran..

      Semoga membantu…

  27. mantap Gan…terima kasih artikelnya membantu sekali.

    • Kompor gas gan… terima kasih telah berkunjung,,,

  28. Bro, mau nanya nih, sebenarnya gimana sih cara mengukur arus batere yg bener? Ane coba buka2 info dari mana2 koq ada yg bener begitu dipraktekin, contoh mengukur ampere batere 1,5V, posisi multimeter pada DCA 0.25-2.5m, ane sambungin ke batere, jarum multimeter loncat semua. Ane punya power bank kapasitas 8800 mAh output 2 USB 2.0 A dan 0.6A, ane mau pake buat tablet SmartFren 5V 2A tapi koq gak bisa ya? Mangkanya ane mau coba ngukur arus itu power bank, kali aja 2A boong.

    • Hmm… untuk ngukur arus tuh mesti ada bebannya dulu… Gak bisa kalo kamu langsung ngukur pake multimeter krn ntar yg terukur tuh Tegangannya… Malah ntar multi kamu rusak… kamu beli aja resistor 1 ohm n pasang posisi seri ama multimeter.. pasti kebaca 1,5 A di multi…
      Trus kamu ngukur power banknya gimana apalagi USB?? ingat lho Tegangan di pasang Paralel n Arus di pasang seri…

  29. trima kasih kangmas,
    sngat bermanfaat buat aku, dri kmaren2 aku cari postingan sprti ini akhir’y ktemu juga.
    maklum ( kagax skolah)

    • Ia gan sami-sami… senang banget bisa ngebantu gan… doain ya biar bisa makin sukses n bisa bantuin org banyak lagi… :)

  30. puji syukur pd Allah yg telah memberikan kita ilmu pengetahuan dan hati. sukses selalu sobat.

    • Oke brother.. sukses selalu n selamat membaca y…

  31. sukses

  32. mantap.

    • Oke semoga bermanfaat…

  33. trmks buat infonya y.gbu

    • Oke oke.. Semoga bermanfaat gan…

  34. mas bro, ane dari banjarmasin
    nae mau nanya , apa sih maksud dari

    Skala terbesar yang dipilih
    ane belum paham

    • Hehe… Agan Kontak saya via FB ato No HP ku biar ku jelasin.. Makasih..

  35. terimakasih banyak gan sangat bermanfaat buat saya

    • Oke oke deh… senang bisa membantu mu…

  36. makasih infonya, saya jadi mengerti cara membca teg ac/dc.. Padahal kemrin sy sudah nanya sama 3 org,tapi tetap saja sya tdk mengerti,NAMUN setelah baca tulisan ini saya jadi mengerti,dan siap untk test baca avo besok.. :-))

  37. makasih infonya min, saya jadi mengerti cara membca teg ac/dc.. Padahal kemrin sy sudah nanya sama 3 org,tapi tetap saja sya tdk mengerti,NAMUN setelah baca tulisan mimin saya jadi mengerti,dan siap untk test baca avo besok.. :-))

    • Oke oke… tetap semangat belajar ya..

  38. bagus gan bermanfaat banget.. (y)

    thank’s ya..

    • Oke oke… senang bisa membantu

  39. bagus bgt da pembelajaran seperti ini,bisa bat panduan bagi pemula,,,tanks,,,

    senanggggggggggggg,,,,

    • Oke gan.. semoga bermanfaat.. GBU

  40. mksh gan atas infonya ,sbgy pemula sy bisa sdkit lebih paham..ditunggu untuk artikel yang lainnya.

    • Oke gan, Thanks sudah berkunjung.. Smngat terus belajarnya ya..

  41. Wakasih

    • Sama sama gan.. senang bisa membantu..

  42. makasih atas ilmunya semoga bermanfaat yaa,,,
    dan bermanfaat sekali buat ane,,,,

    • Oke gan.. senang bisa membantu… jika ada pertanyaan.. langsung di coment di bawah ya..

  43. Sy ibu rumah tetangga,… (bukan) teknisi) baca tulisan ini,….ngerti banget…. lumayan (dr pd lu manyun)…. sy dapat elmu…. trims ya

    • Hehehe,,, Senang bisa membantu mbak… Keep belajar ya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: